25 Februari 2008

Gamma Sigma Beta

Tidak pernah terpikirkan olehku untuk menjadi Ketua Himpunan. Himpunan Keprofesian Statistika IPB, Gamma Sigma Beta. Berdiri pada tanggal 30 Maret 1979. Ehm…berarti sudah 29 tahun.

Dari dulu saya hanya ingin menjadi captain sebuah tim dan menjuarai sebuah kompetisi. Juara, itulah mental saya. Mengangkat sebuah trophy adalah impian saya, menciumnya dan berteriak “Aku Juara..!”.

Namun, lagi-lagi aku harus menarik ucapanku kembali.

Kini, aku enggak mau lagi kejadian itu terulang kembali. Ketika tim basket SMA ku sangat membutuhkan aku…aku tidak berada pada tempatnya.

Ya, kurasa ini memang jalan yang harus aku tempuh.

Untuk mengembalikan Gamma Sigma Beta pada “tempatnya”.

Sigit Panji Eko Wibowo, Dewi Fatima, Maulani, Lola Netty, Anita Kumala Sari, Nur Andi Setiabudi, Melisa, Tri Miranti, Boy Riansyah, Feb Rina, Dini Anggiani, Afrianto, Yani Suryani, Khoerudin, Shofi Andari, Andi Setiawan, Urip Apfiya, Widya Ningsih, Magri Handoko, Nurhayati, Anton Kisworo, Wiwid Widiyani, Arie Anggreyani, Rahmat Hidayatullah, Mufti Mubarak, Ira Gustina, Ginanjar Febrianto, Vivi Heryati, Hoeriah, Isna Husniyati, Noviar Yulianti, Amir Abduljabbar Dalimunthe.

Mereka yang pernah kusakiti, pernah aku kecewakan, tempat aku berbagi, tempat aku mengirim sms….

Terima Kasih….hanya itu yang bisa aku ucapkan. Karena Sesungguhnya segala pujian itu hanya milik Allah SWT.

Tiga puluh tiga orang…tim ini berjumlah 33 orang.

So short year, so little time but so much experiences

Memories and stories…

So may differences, many problems, but we still stand and exist….

Our joke will still be funny

As we go on, we remember all the times we had together

Thanks 4 all support, inspiration, motivation

And love which give us power to jump into a high level

We are GSB 2008

No one can destroy us

11 Februari 2008

Gajayana dan Edensor

“Sure lof, it’s Edensor….”

Kalimat terakhir yang kubaca di novel ini lah yang setia menemani aku dalam perjalanan pulang ke Malang, di Kereta Gajayana. Novel karangan andrea hirata, pinjaman dari Dini, temanku, sekaligus Kepala Departemen Analisis Data GSB. Menarik memang ceritanya…satu kata : EDAN, keliling eropa hanya bermodal keberanian. Banyak paradoks-paradoks yang kudapat dalam buku ini. Perjalanan masih panjang….seandainya atap kereta ini terbuka, ingin sekali aku melihat rasi bintang belantik..

Galat-e akeh temen yo Win..” ucapan sigit ketika kami hampir sampai di Stasiun Kota Baru Malang (+444m), maksudnya telat dari jadwal kedatangan, hampir satu jam setengah Fren. Yah, beginilah Negara kita…produksi terbesar adalah karet so jangan kaget kalo jamnya juga ngaret. Kami berdua dijemput oleh ayah masing-masing. Dingin…Kota Malang tetep dingin. Aku sampai di rumah, langsung makan ayam, tempe, sambel, bandeng, dan ditemani kucingku, coki. Ketika makan, aku merasa ada yang aneh, perasaan takut kehilangan…langsung aku periksa bawaanku, laptop ada, berkas OR ada, Edensor…kuperiksa teliti..Edensor..%#$@...Edensor tidak ada !!Oh No.!! Langsung kutinggalkan coki yang lagi hamil perdananya sebagai kucing betina. Kugeber motor bebek, Grand, buatan 1997 ditemani ayahku, tujuan kami satu : Stasiun Kota Baru Malang (+444m).

Gerbong 3, 12B, buku itu telah raib..entah kemana. Damn !! Ayahku, yang terbaik sedunia menurutku, ikut membantu dalam misi pencarian ini.

Iyo Pak, maeng ono asongan sing gowo buku cilik ngono”, ucapan dari petugas kebersihan Kereta Gajayana. Informasi adalah data, dan data tidak seharusnya disepelekan, sekecil apapun itu, karena dia dapat juga berpengaruh terhadap sebaran populasi. Langsung aku cari asongan itu….tidak ada ternyata. Hem…walaupun begitu, instingku sebagai pemain basket bicara kalau buku itu sangat dekat…sangat dekat. Aku merasa aku akan mencetak three point dalam waktu 2 detik terakhir yang akan memenangkan tim-ku. Buku itu gak hilang…dan aku gak akan membeli buku Edensor yang baru…karena buku itu ada dan gak hilang, itulah kata-kata di pikiranku. Aku berjalan berlawanan arah…asongan..baju kuning..kacamata…tidak ada. Asongan…kuning…kacamata…tidak ada. Asongan….ABU-ABU….kuning…HITAM….kacamata….KALUNGAN….itu..EDENSOR ??! Kuperhatikan…dia bukan asongan..tapi penjual es…sedang membuka buku….membaca…Edensor. Kuperhatikan…sekilas ada tulisan pensil orang lagi tertawa di bagian halaman pertama buku itu. Gak salah lagi, itu Edensor punyanya dini. Aku mulai diplomasi dengan orang itu….dapat…kulihat…iya ini bukunya…gak hilang dan ada…di tanganku sekarang.

Ternyata benar, yang menemukan buku ini asongan…tertinggal di kereta…kecerobohanku kumat. Ayahku memberikan sesuatu ke asongan itu. Ingin rasanya aku mengecup telunjuk kananku dan kuarahkan ke atas…mengucap syukur kepada-Nya. Tanda bahwa aku tidak pernah meragukan kebesaran-Nya. Terima Kasih Ya Allah. Alhamdulilah.

Kulihat dalam buku itu…lengkap…pembatas bukunya juga…namun…kali ini kalimat terakhir yang kubaca :

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu” --- Arai

04 Februari 2008

Kini Aku Tahu


….Ayat-Ayat Cinta Bercerita

Cintaku Pada-Mu

Bila Bahagia mulai menyentuh

Seakan ku bisa hidup lebih lama

Namun harus ku tinggalkan cinta

Ketika ku bersujud….

Lagu Original Soundtrack dari Film Ayat-ayat Cinta mulai menggema beberapa hari belakangan ini. Dinyanyikan oleh Rossa, istri dari Piyu, drummer dari PADI band…ngemeng apa sih ?

Tapi..yang pasti,ehmm…gak terlalu yakin juga sih…film ayat-ayat cinta pasti laris. Indikatornya ?pertama, buku novel yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy yang jadi best Seller, so pasti banyak muda-mudi yang kepengen nonton kan ?Apalagi ada aktris Rianti Cartwright…wah seru tuh, Rianti gitu loh. Tapi denger-denger juga, karena film ini tidak melibatkan sang penulis jadi ada kebanyakan orang percaya kalo film ini bakalan jauh dari sari pati novelnya. So, who knows ? Wallahualam.

Terlepas dari itu semua…kini aku sadar satu hal…setelah menghadapi beberapa masalah kehidupan…yang memang harus dihadapi tentunya, bahwa DREAM TEAM itu benar-benar ada…bahkan selalu ada. Sip..aku yakin 99%. Namun…aku harus merubah mind set ku, kalau…DREAM TEAM itu diisi bukan oleh pemain-pemain terbaik pada posisinya. Jadi, kalo dianalogikan sebuah tim sepakbola…pada posisi kiper tidak harus diisi oleh Gianluigi Buffon…Fiory aja sudah cukup. Pada posisi bek, tidak perlu diisi oleh Cannavaro, Nesta, Carlos, ataupun Brown, cukup Salampessy, Firmansyah, Charis, atau Mahyadi saja sudah bagus. Pada posisi tengah, enggak perlu ada Beckham, Sneijder, Gerrard, atau Robben…cukup Ponaryo, Giovinco, Edu, dan Rigan saja sudah lebih dari cukup. Di posisi penyerang tidak perlu ada Ibrahimovic dan Berbatov…ada Beto dan Budi saja sudah baik. Ya..itulah THE DREAM TEAM sesungguhnya…mereka berjuang karena satu pandangan ke depan bahwa memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar adalah visi mereka, membuat bangsa mereka bangga itulah salah satu tujuan mereka….tanpa memandang suku, bahasa, agama, ras, dan masa lalu tentunya.

Jadi ingat pemain italia tahun 1982, Paolo Rossi, dia ini pernah cerita ke saya waktu saya maen-maen ke italia (GombaL…) kalau dia dulu itu pernah masuk ke penjara…tapi ternyata dia tetap masuk ke squad azzuri timnas Italia…meskipun mandul pada 3 pertandingan kualifikasi grup, si Rossi ini memberikan buktinya waktu bertemu Brasil dan mencetak GOL…GOL Bung…GOL…dan membawa Italia juara dunia. Apa arti dari semua ini ? Kepercayaan adalah kuncinya. Kepercayaan dari pelatih bahwa Rossi adalah pemain yang bisa menerapkan taktiknya. Kepercayaan dari rekan se-timnya bahwa Rossi adalah pemain bola sejati…tidak memandang bahwa dia adalah Residivis. Kepercayaan dari Rossi sendiri bahwa dia tidak akan mengecewakan rekan se-timnya, pelatihnya, keluarganya, dan tentu saja bangsa dan negaranya. Kepercayaan.

Kini Aku Tahu…Kepercayaan itu bukan mahal harganya tapi….

Kepercayaan itu tidak ternilai harganya…tidak ternilai, teman.

“Berikan aku 10 pemuda yang penuh dengan semangat membara…dengan mereka aku akan gemparkan dunia”, Pak Karno say it.

“saya Cuma butuh 10 serigala daripada 100 domba, dengan mereka aku akan hancurkan batalyon Rusia”, Jenderal ‘Gerilya’ Afganistan.

Ingin tetap disini, Bila ku pulang nanti, Izinkan ku kembali, Ku ingin disini, Ingin tetap disini, Bila ku pulang nanti, Panggil aku…lagi

Hidup ini Cuma sekali…hanya sekali. Shalahudin, Tariq bin Ziyad, dunia mencatat jejak kaki mereka di Bumi Al Quds dan Bumi Andalusia, karena kegigihan mereka untuk merubah peradaban, yang lebih baik tentunya.

THERE IS DIFFERENCE BETWEEN KNOWING THE PATH AND WALKING THE PATH…

taruh keinginan, keyakinan, dan cita-cita. taruh semuanya disini...5 centimeter..didepan kening kamu...biar selalu kamu lihat...dan suatu saat. keinginan, keyakinan, dan cita-cita itu. bukan impian lagi. percayalah kepada. keajaiban impian manusia. disertai mulut yang senantiasa berdoa. suatu saat nanti...semua ini akan menjadi...kenangan terindah untuk kita...semua.

Tetap semangat rekan-rekanku…hidup ini terlalu sayang untuk dilewatkan, begitu pula dengan konflik dan masalah didalamnya…karena dari situlah sari pati hidup berasal.